Sekda Amirullah Sebut Kesuksesan Pemkot Pontianak Bukan Klaim, Tapi Terbukti Lewat Angka
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- print Cetak

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah memberi arahan kepada ASN pada apel pagi. | Sekda Amirullah Sebut Kesuksesan Pemkot Pontianak Bukan Klaim, Tapi Terbukti Lewat Angka. (Foto: Prokopim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KubuRayaToday – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Amirullah, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan kinerja pemerintah daerah tidak boleh hanya sebatas klaim sepihak. Menurutnya, kesuksesan sebuah kebijakan harus dapat dibuktikan secara faktual melalui indikator angka yang akurat.
Pernyataan tersebut disampaikan Amirullah usai memimpin apel rutin Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (5/1/2026). Ia menekankan bahwa transparansi data adalah cara paling sederhana untuk menunjukkan hasil kerja kepada publik.
“Kalau kita bilang sukses, ukurannya apa? Paling gampang dengan angka,” ujar Amirullah dengan tegas.
Dalam pemaparannya, Amirullah menunjukkan sejumlah tren positif pada indikator makro ekonomi Kota Pontianak. Salah satu yang paling menonjol adalah keberhasilan pemerintah dalam menekan angka masalah sosial.
“Angka kemiskinan kita berada di kisaran sekitar 4 persen, sementara angka pengangguran sekitar 7,7 persen. Itu angka yang sudah berhasil kita tekan,” ungkapnya.
Selain itu, ia memaparkan bahwa realisasi pendapatan daerah telah melampaui angka 95 persen, dengan realisasi belanja berada di kisaran 91 persen. Indikator lain seperti pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, hingga peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga terus menunjukkan tren membaik.
Amirullah mengingatkan para ASN agar memahami angka-angka ini agar setiap kebijakan yang dijalankan selaras dengan filosofi otonomi daerah, yakni menyejahterakan warga Kota Pontianak.
Menghadapi tahun anggaran 2026, Amirullah juga menyoroti efisiensi akibat penurunan Transfer Keuangan Daerah (TKD) sebesar 5,17 persen. Hal ini berdampak pada total APBD Kota Pontianak yang terkoreksi menjadi Rp2,096 triliun dari angka Rp2,219 triliun pada tahun sebelumnya.
Meski terjadi penyusutan anggaran, ia menegaskan bahwa belanja modal atau investasi fisik tetap menjadi prioritas utama.
“Belanja modal itu investasi pemerintah yang dinikmati semua warga kota. Jalan, drainase, pasar, taman, sekolah, hingga puskesmas. Itu fair dan adil karena manfaatnya dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat, bukan hanya pegawai,” jelasnya.
Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Amirullah meminta seluruh ASN Kota Pontianak untuk menjaga soliditas dan menunjukkan kinerja terbaik sebagai rujukan daerah lain. Ia juga meminta aparatur bijak dalam bermedia sosial dan fokus mensukseskan program prioritas, termasuk kepatuhan pajak.
“Prestasi pemerintah kota berawal dari prestasi individu. Mumpung masih diberi kesehatan dan kesempatan, ayo berprestasi di tempat masing-masing,” pungkasnya.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Prokopim

Saat ini belum ada komentar