Menkes Ajak Putra Daerah Kubu Raya Jadi Dokter Spesialis Tanpa Biaya Kuliah Lewat Program Hospital Based
- account_circle Komf/Tim
- calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
- print Cetak

Menkes Budi Gunadi dorong putra daerah Kubu Raya jadi dokter spesialis lewat program hospital based agar mau mengabdi dan menetap di daerah asal. (Foto: Pro.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KubuRayaToday.Com — Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan melalui rekrutmen putra-putri daerah. Hal ini menjadi strategi utama agar tenaga medis, khususnya dokter spesialis, memiliki kemauan kuat untuk mengabdi dan menetap di daerah asalnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Menkes saat melakukan kunjungan kerja ke RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kabupaten Kubu Raya pada Jumat (6/2/2026).
Budi Gunadi menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan tengah mendorong program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau hospital based.
Program ini dirancang khusus agar putra-putri daerah dapat menempuh pendidikan spesialis tanpa harus meninggalkan daerahnya.
Menariknya, program ini tidak memungut biaya kuliah, bahkan peserta didik akan mendapatkan gaji selama masa pendidikan berlangsung.
“Dengan hospital based, rekrutmen utamanya adalah putra-putri daerah,” ujar Budi Gunadi Sadikin pada Jumat (6/2/2026).
Langkah ini dinilai sebagai solusi jitu untuk mengatasi ketimpangan distribusi dokter spesialis di berbagai wilayah Indonesia.
“Ini penting agar dokter spesialis nantinya mau mengabdi dan menetap di daerah,” ungkap Menkes menegaskan tujuannya.
Sejauh ini, sebagian besar SDM di RSUD TBSI dinilai sudah memadai namun akan terus ditingkatkan kompetensinya.
Pemerintah akan memfasilitasi berbagai pelatihan spesialisasi agar sarana prasarana canggih yang ada dapat dioperasikan secara maksimal.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyambut baik visi Menkes terkait prioritas putra daerah dalam pendidikan spesialis ini.
Sujiwo menginstruksikan jajarannya agar tidak memberikan hambatan bagi dokter lokal yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis.
“Kuncinya ada pada SDM. Karena itu kami instruksikan agar tidak ada hambatan bagi dokter yang ingin melanjutkan pendidikan,” tegas Sujiwo.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menyiapkan insentif bagi tenaga medis, baik dokter umum maupun spesialis.
Dukungan finansial ini diharapkan menjadi stimulan bagi para dokter untuk memberikan pelayanan terbaik di RSUD TBSI.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, turut mengapresiasi kebijakan pusat yang berpihak pada pemerataan tenaga medis ini.
Ia berharap kehadiran dokter spesialis asli daerah dapat meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pesisir dan perbatasan.
Dengan SDM yang berasal dari putra daerah, RSUD TBSI diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan yang handal dan dekat dengan hati masyarakat.
- Penulis: Komf/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar