Dulu Terkumuh, Kini Kawasan PKL Mayor Alianyang Jadi Etalase Cantik Kubu Raya
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- print Cetak

Kios lapak pedagang di jalan Mayor Alianyang, Kubu raya tampak Jumat malam (2/1/26). | Dulu Terkumuh, Kini Kawasan PKL Mayor Alianyang Jadi Etalase Cantik Kubu Raya. (Foto: Prokopim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KubuRayaToday – Kawasan Jalan Mayor Alianyang di Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, kini tampil dengan wajah baru. Wilayah yang dulunya dikenal sebagai salah satu titik terkumuh di Kabupaten Kubu Raya tersebut, kini telah tuntas ditata dan diresmikan oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo, dalam acara syukuran bersama para Pedagang Kaki Lima (PKL), Jumat (2/1/2026).
Penataan ini merupakan jawaban Pemerintah Kabupaten Kubu Raya atas keluhan masyarakat mengenai kondisi kawasan yang sebelumnya semrawut. Bupati Sujiwo turun langsung memastikan penataan berjalan tanpa gesekan dengan mengedepankan diskusi bersama para pedagang.
“Waktu itu mungkin ini salah satu kawasan terkumuh. Saat pembongkaran, saya tahu dari raut wajah pedagang mereka merasa berat. Namun alhamdulillah, melalui diskusi, Allah memberi jalan terbaik agar kawasan ini rapi dan pedagang tetap bisa mencari nafkah,” ungkap Sujiwo.
Sujiwo menekankan pentingnya estetika di kawasan tersebut karena lokasinya yang sangat strategis. Jalan Mayor Alianyang merupakan akses utama menuju Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Sungai Ambawang yang dilalui bus internasional tujuan Malaysia dan Brunei Darussalam.
“Ini wajahnya Indonesia dan wajah Kabupaten Kubu Raya. Semua orang dari daerah hulu yang menuju Pontianak pasti lewat sini. Karena itu, kebersihan dan kerapian adalah harga mati,” tegasnya.
Untuk mendukung keindahan tersebut, Sujiwo bahkan meminta Dinas PUPR menyediakan cat secara gratis agar pedagang tidak terbebani biaya tambahan. Ke depan, Pemkab berencana menambah lampu hias, penerangan jalan, serta tanaman hias agar kawasan ini semakin menarik bagi pelancong.
Langkah Bupati Sujiwo mendapat apresiasi tinggi dari warga dan perangkat desa. Kepala Desa Durian, Fauzi, menyebut penataan ini sangat humanis karena menghapus kekhawatiran pedagang akan adanya penggusuran paksa.
“Penataan ini dilakukan dengan hati. Pedagang bisa kembali berjualan dan justru merasa lebih nyaman dari sebelumnya,” kata Fauzi.
Senada dengan hal itu, Koordinator PKL Mayor Alianyang, Bambang, menyampaikan rasa syukurnya. Ia merasa kini para pedagang lebih tenang dalam mencari rezeki karena tempat jualan mereka sudah tertib, indah, dan tidak lagi kumuh.
Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa keberpihakan kepada ekonomi rakyat (“urusan perut”) dapat berjalan beriringan dengan penegakan ketertiban jika dilakukan dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Prokopim

Saat ini belum ada komentar