Sujiwo Negass! Tuntaskan Jalan Kuala Dua-Sungai Asam: Penantian Panjang Belasan Desa
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- print Cetak

Bupati Sujiwo tasyakuran jalan poros ekonomi Kuala Dua-Sungai Asam. Berhasil raih dana pusat Rp22,6 miliar, ia targetkan jalan mulus sebelum Idulfitri. (Foto: Prokopim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KubuRayaToday.Com — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menghadiri acara tasyakuran atas selesainya sebagian pengerjaan perbaikan jalan poros ekonomi yang menghubungkan Desa Kuala Dua, Desa Mekar Sari, hingga Desa Sungai Asam di Kecamatan Sungai Raya, Sabtu (17/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo mematok target ambisius agar seluruh pengerjaan jalan tersebut tuntas sebelum Hari Raya Idulfitri mendatang.
Sujiwo mengungkapkan bahwa pengerjaan infrastruktur vital ini menelan biaya yang tidak sedikit, yakni mencapai Rp22,6 miliar. Dana tersebut berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber mulai dari bantuan kementerian, Dana Bagi Hasil (DBH), hingga APBD Kabupaten. Ia pun blak-blakan mengenai perjuangannya mendapatkan anggaran di tengah keterbatasan kas daerah.
“Kalau kita hanya mengharapkan APBD cuma (mampu) Rp1 miliar. Satu miliar tok maksudnya. Kalau kita enggak ‘ngamen’, saya ngamen dari kantor kementerian satu (ke) kementerian satu, ketemu teman-teman DPR RI (untuk mendapatkan bantuan anggaran),” tutur Sujiwo pada Sabtu (17/1/2026).
Pembangunan jalan ini ditegaskan Sujiwo didasarkan pada tiga asas utama, yakni manfaat tinggi, prioritas, dan keadilan. Ia menjelaskan bahwa jalur tersebut merupakan akses utama yang melayani kebutuhan belasan desa. Selama bertahun-tahun, masyarakat di kawasan tersebut harus menderita akibat kondisi jalan yang rusak parah.
“Nah, makanya Alhamdulillah tahun ini target saya pas saat lebaran sudah tuntas jalan yang dari Kuala Dua sampai ke sini,” ujarnya optimistis di hadapan warga yang hadir dalam acara tasyakuran tersebut.
Sujiwo juga memberikan penjelasan mendalam mengenai filosofi penamaan ‘jalan poros ekonomi’. Menurutnya, pembukaan akses yang mulus akan memicu pergerakan ekonomi yang signifikan. Hal ini diyakini akan memunculkan berbagai peluang usaha baru bagi warga sekitar, meningkatkan kesejahteraan, hingga efektif menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran.
“Setelah mulus, setelah fungsional, setelah berfungsi secara maksimal, maka akan terjadi yang namanya pergerakan ekonomi. Akhirnya pertumbuhan ekonomi meningkat. Nah, kalau pertumbuhan ekonomi meningkat, maka kesejahteraan rakyat meningkat,” paparnya.
Demi menjaga ketahanan jalan yang sudah dibangun dengan susah payah tersebut, Sujiwo memberikan imbauan keras terkait pengawasan lalu lintas. Ia meminta peran aktif kepala desa untuk mengatur angkutan barang, terutama truk pengangkut kelapa sawit yang sering membawa beban melebihi kapasitas jalan.
“Tonase, supaya janganlah ngangkut semaunya. Itu zalim. Zalim terhadap negara. Sementara keuntungannya untuk mereka sendiri. Nah, ini tolong Pak Kades ya, harus ada ketegasan,” ucap Sujiwo memberikan pesan serius kepada para perangkat desa.
Selain masalah tonase, ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan jalan. Salah satunya dengan pengadaan penerangan jalan secara swadaya agar akses poros ekonomi tersebut dapat berfungsi optimal baik siang maupun malam hari.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Prokopim

Saat ini belum ada komentar