Safari Ramadan di Batu Ampar, Sukiryanto Siap Pakai Dana Pribadi Bantu Urus Izin Pondok Pesantren
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
- print Cetak

Wakil Bupati Sukiryanto tegaskan komitmen tuntaskan jalan poros Kubu Raya tahun 2029 meski anggaran dipangkas pusat. Ia juga bantu urus izin pesantren gratis. (Foto: Pro)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KubuRayaToday.Com — Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menyampaikan sejumlah rencana strategis pemerintah daerah saat melakukan safari Ramadan di Masjid Muhajirin, Desa Batu Ampar, pada Senin (23/2/2026). Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah komitmen kuat pemerintah untuk menuntaskan pembangunan jalan poros di seluruh wilayah Kabupaten Kubu Raya.
Mantan Anggota Senator (Anggota DPD RI) ini menjelaskan bahwa keberadaan jalan poros adalah kebutuhan mendesak mengingat luas wilayah Kubu Raya mencapai 78 kali lipat dari luas Kota Pontianak.
Apalagi, jumlah penduduk Kubu Raya saat ini hampir menyamai warga Kota Pontianak, sehingga akses jalan yang memadai sangat diperlukan untuk mendukung gerak ekonomi warga.
Namun, upaya pembangunan ini menghadapi tantangan besar karena adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.
“Anggaran Kubu Raya adalah yang paling besar dipotong, hampir Rp400 miliar,” ungkap Sukiryanto pada Senin (23/2/2026).
Ia merincikan bahwa dana Transfer ke Daerah (TKD) dipangkas sebesar Rp397 miliar, sebuah angka yang cukup fantastis bagi kelangsungan pembangunan daerah.
Menyikapi hal tersebut, Sukiryanto menegaskan bahwa pemerintah kabupaten tidak tinggal diam dan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat serta DPR RI.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan bantuan pendanaan lain agar target pembangunan jalan poros tetap bisa tercapai sesuai rencana.
“Target kita bersama Pak Bupati terus melaju. Insyaallah akhir pemerintahan kami nanti di 2029, pembangunan jalan poros bisa tuntas,” tuturnya penuh optimis.
Selain masalah infrastruktur, Wakil Bupati juga menyoroti berbagai sumber pendapatan daerah yang belum memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berencana mengevaluasi sektor usaha yang dinilai tidak memberikan manfaat atau dampak positif bagi daerah.
“Kami lihat tidak semua ada sumbangsih. Makanya Pak Bupati akan mengevaluasi semua usaha yang tidak berdampak bagi masyarakat,” tegas Sukiryanto.
Di sisi lain, Sukiryanto juga menaruh perhatian besar pada keberadaan pondok pesantren yang jumlahnya paling banyak se-Kalimantan Barat namun banyak yang belum mengantongi izin.
Masalah izin ini menjadi hambatan bagi pondok pesantren untuk mendapatkan bantuan resmi dari pemerintah.
Secara pribadi, Sukiryanto menawarkan bantuan untuk mengurus izin tersebut bagi pengelola yayasan atau pondok yang masih terkendala.
“Barangsiapa yang punya pondok pesantren belum memiliki izin, silakan ajukan ke saya. Pakai dana pribadi, kita urus (izinnnya),” ujarnya menawarkan solusi.
Ia berharap dengan legalitas yang lengkap, lembaga pendidikan agama dapat lebih berkembang dalam mendidik generasi muda di Kubu Raya.
Sukiryanto menutup sambutannya dengan mengajak seluruh warga untuk bersama-sama berdoa agar segala upaya pembangunan di Kubu Raya membuahkan hasil yang maksimal.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar