Ekspor Melalui PLBN Entikong 2025: Udang Wangkang dan Durian Jadi Primadona di Perbatasan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
- print Cetak

Ekspor Melalui PLBN Entikong 2025: Udang Wangkang dan Durian Jadi Primadona di Perbatasan. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KubuRayaToday – Sebagai garda terdepan di perbatasan Indonesia-Malaysia, Karantina Kalimantan Barat Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Entikong mencatatkan performa gemilang sepanjang tahun 2025. Tercatat, ribuan ton komoditas sektor hewan, ikan, dan tumbuhan berhasil difasilitasi ekspornya dengan standar pengamanan hayati yang ketat.
Data akhir tahun menunjukkan bahwa PLBN Entikong bukan sekadar pintu perlintasan, melainkan urat nadi perdagangan internasional yang vital bagi pertumbuhan ekonomi lokal maupun nasional.
Sektor Perikanan: Udang Wangkang Capai 277 Ton
Sektor Karantina Ikan (KI) menjadi penyumbang volume ekspor yang sangat masif di tahun 2025. Udang wangkang menempati urutan teratas dengan total volume mencapai 277 ton dari 343 kali layanan.
Selain udang, komoditas laut lainnya yang konsisten memenuhi permintaan pasar mancanegara adalah ikan bawal hitam sebanyak 170 ton dan ikan tenggiri yang mencapai 104 ton. Komoditas bernilai ekonomi tinggi ini membuktikan potensi laut Indonesia sangat diminati di pasar luar negeri melalui jalur darat Entikong.
Sektor Tumbuhan: Durian Jadi Komoditas Paling “Sibuk”
Geliat ekspor paling dinamis terlihat pada sektor Karantina Tumbuhan (KT). Jika dilihat dari volume, arang menjadi komoditas terbesar dengan total 419 ton. Namun, dari sisi intensitas layanan, buah-buahan tropis tetap menjadi primadona utama.
Buah durian tercatat sebagai komoditas dengan frekuensi layanan paling tinggi, yakni mencapai 1.179 kali layanan dengan total volume 268 ton sepanjang 2025. Selain durian, buah salak dan langsat juga menjadi produk unggulan yang rutin melintasi perbatasan.
Sektor Hewan: Layanan Unik Meliputi Kuda hingga Madu
Pada sektor Karantina Hewan (KH), olahan daging ayam menjadi primadona dengan volume 120 kilogram melalui 12 kali frekuensi layanan. Menariknya, lalu lintas karantina tahun ini juga mencatat pengiriman komoditas unik, seperti 7 ekor kuda, 20 kg pakan ternak, hingga 7 kg madu.
Penanggung Jawab Karantina Kalbar Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay, menegaskan bahwa kualitas pelayanan dan pengawasan merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
“Kami berkomitmen memastikan setiap komoditas memenuhi ketentuan karantina. Ini adalah langkah nyata melindungi sumber daya hayati sekaligus mendukung perdagangan yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” tegas Swiet Sinay pada Rabu (31/12/2025).
Capaian sepanjang tahun 2025 ini mempertegas peran strategis Satpel PLBN Entikong dalam memfasilitasi perdagangan internasional sekaligus membentengi wilayah Indonesia dari ancaman hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) serta organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Karantina Kalbar

Saat ini belum ada komentar