Kemenkes: Influenza A(H3N2) Subclade K di Indonesia Masih Terkendali
- account_circle Kubu Raya Today
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- print Cetak

Ilustrasi Kementerian Kesehatan RI memastikan influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir 2025 masih terkendali dan tidak lebih parah dari flu musiman.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KubuRayaToday.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memastikan bahwa situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan varian influenza lainnya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, berdasarkan hasil pemantauan epidemiologi nasional dan penilaian risiko global.
Pemantauan Global dan Penilaian WHO
Secara global, peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring masuknya musim dingin di belahan bumi utara.
Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan telah dilaporkan beredar di lebih dari 80 negara.
“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejalanya umumnya sama seperti influenza musiman,” ujar dr. Prima.
Gejala Tidak Berbeda dari Flu Musiman
Kemenkes menegaskan bahwa manifestasi klinis subclade K serupa dengan influenza pada umumnya, antara lain: Demam, Batuk dan pilek, Sakit kepala, serta Nyeri tenggorokan. Hingga saat ini, tidak terdapat bukti peningkatan risiko sakit berat dibandingkan clade maupun subclade influenza yang telah dikenal sebelumnya.
Di kawasan Asia, subclade K telah dilaporkan sejak Juli 2025 di sejumlah negara, termasuk Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand. Meski influenza A(H3) menjadi varian dominan, tren kasus di negara-negara tersebut menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.
Di Indonesia, hasil surveilans nasional juga menunjukkan pola yang sejalan. Influenza A(H3) tercatat sebagai varian dominan, namun tren kasus secara nasional berada dalam kecenderungan menurun.
Hasil Surveilans dan Sebaran Kasus
Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Hingga akhir Desember 2025, tercatat:
- 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K
- Tersebar di delapan provinsi
- Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat
Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan perempuan. Dari total 843 spesimen positif influenza, sebanyak 348 sampel telah menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dan saat ini bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO.
Langkah Kesiapsiagaan dan Imbauan Kemenkes
Kemenkes RI menegaskan akan terus memperkuat:
- Surveilans penyakit
- Sistem pelaporan
- Kesiapsiagaan dan respons kesehatan masyarakat
Langkah ini dilakukan untuk memastikan deteksi dini dan penanganan cepat apabila terjadi perubahan dinamika penularan influenza.
Sebagai upaya pencegahan, masyarakat diimbau untuk:
- Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
- Menjaga daya tahan tubuh
- Mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta
Kemenkes menegaskan bahwa vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian. Masyarakat juga disarankan untuk tetap di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, dan menerapkan etika batuk. Segera mengakses fasilitas kesehatan jika gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari. (*/)
- Penulis: Kubu Raya Today

Saat ini belum ada komentar