Jumat, 17 Apr 2026
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kemenkes: Influenza A(H3N2) Subclade K di Indonesia Masih Terkendali

Kemenkes: Influenza A(H3N2) Subclade K di Indonesia Masih Terkendali

  • account_circle Kubu Raya Today
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KubuRayaToday.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memastikan bahwa situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan varian influenza lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, berdasarkan hasil pemantauan epidemiologi nasional dan penilaian risiko global.

Pemantauan Global dan Penilaian WHO

Secara global, peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring masuknya musim dingin di belahan bumi utara.

Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan telah dilaporkan beredar di lebih dari 80 negara.

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejalanya umumnya sama seperti influenza musiman,” ujar dr. Prima.

Gejala Tidak Berbeda dari Flu Musiman

Kemenkes menegaskan bahwa manifestasi klinis subclade K serupa dengan influenza pada umumnya, antara lain: Demam, Batuk dan pilek, Sakit kepala, serta Nyeri tenggorokan. Hingga saat ini, tidak terdapat bukti peningkatan risiko sakit berat dibandingkan clade maupun subclade influenza yang telah dikenal sebelumnya.

Di kawasan Asia, subclade K telah dilaporkan sejak Juli 2025 di sejumlah negara, termasuk Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand. Meski influenza A(H3) menjadi varian dominan, tren kasus di negara-negara tersebut menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.

Di Indonesia, hasil surveilans nasional juga menunjukkan pola yang sejalan. Influenza A(H3) tercatat sebagai varian dominan, namun tren kasus secara nasional berada dalam kecenderungan menurun.

Hasil Surveilans dan Sebaran Kasus

Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Hingga akhir Desember 2025, tercatat:

  • 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K
  • Tersebar di delapan provinsi
  • Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat

Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan perempuan. Dari total 843 spesimen positif influenza, sebanyak 348 sampel telah menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dan saat ini bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO.

Langkah Kesiapsiagaan dan Imbauan Kemenkes

Kemenkes RI menegaskan akan terus memperkuat:

  • Surveilans penyakit
  • Sistem pelaporan
  • Kesiapsiagaan dan respons kesehatan masyarakat

Langkah ini dilakukan untuk memastikan deteksi dini dan penanganan cepat apabila terjadi perubahan dinamika penularan influenza.

Sebagai upaya pencegahan, masyarakat diimbau untuk:

  • Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  • Menjaga daya tahan tubuh
  • Mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta

Kemenkes menegaskan bahwa vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian. Masyarakat juga disarankan untuk tetap di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, dan menerapkan etika batuk. Segera mengakses fasilitas kesehatan jika gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari. (*/)

  • Penulis: Kubu Raya Today

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Perlu Rujuk Jauh! RSUD TBSI Kini Bisa Tangani Stroke, Jantung, Kanker, Hingga Cuci Darah

    Tak Perlu Rujuk Jauh! RSUD TBSI Kini Bisa Tangani Stroke, Jantung, Kanker, Hingga Cuci Darah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Kom/Tim
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan melalui tiga program quick win, yakni cek kesehatan gratis, eliminasi TBC, dan pemerataan RSUD tipe C. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kabupaten Kubu Raya pada Jumat (6/2/2026). Menkes memberikan apresiasi tinggi terhadap progres […]

  • Dari Proliga ke Panggung Asia: Pontianak Siap Jamu Klub Voli Terbaik Benua Kuning di AVC 2026

    Dari Proliga ke Panggung Asia: Pontianak Siap Jamu Klub Voli Terbaik Benua Kuning di AVC 2026

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KubuRayaToday – Kota Pontianak, Kalimantan Barat, resmi mengukuhkan diri sebagai magnet baru olahraga bola voli di Indonesia. Setelah sukses membuka gelaran Proliga 2026, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengumumkan kabar gembira bahwa Pontianak terpilih menjadi tuan rumah turnamen voli internasional bergengsi, AVC Championship 2026, pada Mei mendatang. Kepastian ini disampaikan Gubernur Ria Norsan usai membuka […]

  • Kasus Katalis Pertamina, KPK Menunggu Fakta Sidang untuk Dalami Nama Riza Chalid

    Kasus Katalis Pertamina, KPK Menunggu Fakta Sidang untuk Dalami Nama Riza Chalid

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kubu Raya Today
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pengusaha migas Riza Chalid dalam perkara dugaan korupsi pengadaan katalis di PT Pertamina. Pendalaman tersebut akan dilakukan dengan menunggu fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan serta melalui koordinasi dengan Kejaksaan Agung. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penyidik tidak menutup kemungkinan mengembangkan perkara […]

  • Atasi Krisis Dokter Anestesi di Perbatasan, Sekda Harisson Desak PPDS FK Untan Prioritaskan Putra Daerah

    Atasi Krisis Dokter Anestesi di Perbatasan, Sekda Harisson Desak PPDS FK Untan Prioritaskan Putra Daerah

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan dukungan penuh terhadap pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK Untan). Langkah strategis ini diambil guna memutus rantai kekurangan dokter spesialis yang telah lama menghambat layanan kesehatan di wilayah pelosok dan perbatasan. Dalam evaluasi lapangan yang digelar di Aula […]

  • Lindungi Kesejahteraan Petani Sambas, Satono: Harga Gabah Resmi Rp6.500, Jangan Mau Ditawar Tengkulak!

    Lindungi Kesejahteraan Petani Sambas, Satono: Harga Gabah Resmi Rp6.500, Jangan Mau Ditawar Tengkulak!

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com – Bupati Sambas, Satono, mengeluarkan seruan tegas kepada seluruh petani di Kabupaten Sambas agar lebih berani mempertahankan nilai jual hasil panen mereka. Hal ini disampaikan menyusul penetapan harga gabah oleh Pemerintah Pusat yang dinilai sudah sangat berpihak pada kesejahteraan petani. Dalam agenda Panen Raya di Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Rabu (7/1/2026), Bupati Satono […]

  • Modus Aplikasi Kencan Palsu, Sindikat Love Scamming Internasional Digerebek

    Modus Aplikasi Kencan Palsu, Sindikat Love Scamming Internasional Digerebek

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Kubu Raya Today
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta berhasil membongkar sindikat love scamming atau penipuan berkedok asmara yang diduga terhubung dengan jaringan internasional. Sindikat tersebut diketahui beroperasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan sasaran korban warga negara asing (WNA). Pengungkapan kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di kantor PT Altair Trans […]

expand_less