Sempat Dikira Boneka, Warga Tanjung Beringin Temukan Jenazah Bayi di Perbatasan Kubu Raya-Sanggau
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- print Cetak

Warga Desa Tanjung Beringin digegerkan penemuan jasad bayi laki-laki dengan tali pusar masih menempel. Polisi duga bayi sengaja dibuang oleh orang tuanya. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KubuRayaToday.Com — Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya tengah melakukan penyelidikan mendalam atas penemuan jasad bayi laki-laki di perairan Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (28/1/2026). Bayi yang diperkirakan baru berusia satu hari tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan tanpa busana dengan tali pusar yang masih melekat.
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 15.00 WIB oleh seorang warga bernama Epinto. Saat itu, ia hendak berangkat kerja menggunakan perahu motor (kato) dan melihat sebuah objek menyerupai boneka yang mengapung di aliran sungai, sekitar 100 meter dari kediamannya.
Merasa curiga setelah melihat adanya rambut pada objek tersebut, Epinto segera memanggil rekannya untuk melakukan pengecekan lebih dekat. Setelah dipastikan bahwa objek tersebut adalah jenazah manusia, para saksi segera mengamankan jasad bayi tersebut agar tidak hanyut terbawa arus sungai dengan mengikatnya ke tepi menggunakan tongkat bambu dan tali nilon.
Kapolsek Batu Ampar, Iptu Fahrizal, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengonfirmasi temuan memilukan tersebut. Lokasi penemuan tepatnya berada di perairan Desa Tanjung Beringin, sekitar 200 meter dari SD Negeri 19 Batu Ampar, yang merupakan wilayah perbatasan antara Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Sanggau.
“Benar, telah ditemukan jenazah bayi berjenis kelamin laki-laki yang diperkirakan berusia satu hari. Kondisinya saat ditemukan tanpa pakaian dan tali pusar masih melilit, belum dipotong,” ujar Aiptu Ade pada Selasa (3/2/2026).
Kepolisian menduga kuat bahwa bayi malang tersebut sengaja dibuang oleh orang tuanya sesaat setelah dilahirkan. Saat ini, tim penyidik dari Polsek Batu Ampar bersama Satreskrim Polres Kubu Raya tengah melakukan penyisiran dan pendalaman di lapangan.
“Kami menduga bayi ini sengaja dibuang oleh orang tuanya. Saat ini tim sedang melakukan pendalaman, termasuk mendata warga sekitar maupun di wilayah perbatasan yang baru saja melahirkan atau menunjukkan gelagat mencurigakan,” tegas Ade.
Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal, jenazah bayi tersebut langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara di Pontianak menggunakan speed boat untuk keperluan otopsi dan visum guna mengungkap penyebab pasti kematiannya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat. Identitas pelapor dipastikan akan dirahasiakan guna membantu mempercepat pengungkapan kasus pembuangan bayi tersebut.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar