Lawan Minimarket Modern, Bupati Sujiwo Jadikan Torasera Abdussalam Mitra Strategis UMKM dan Pondok Pesantren
- account_circle Kom/Tim
- calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
- print Cetak

Menteri Koperasi Ferry Juliantono resmikan Torasera Abdussalam di Sungai Ambawang. Toko rakyat ini jadi pusat distribusi bagi 100 Koperasi Desa Merah Putih. (Foto: Penampakan produk yang dijual di Torasera Abdussalam/Pro.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KubuRayaToday.Com — Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono, menyambut baik kehadiran Torasera (Toko Rakyat Serba Ada) Abdussalam. Kehadiran toko ini dinilai sebagai wujud nyata penguatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada koperasi dan UMKM lokal.
Apresiasi tersebut disampaikannya saat menghadiri Grand Opening Torasera Abdussalam di Jalan Poros Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Senin (9/2/2026).
Ferry menegaskan bahwa sejak awal para pendiri bangsa telah mengamanatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.
“Karena itu, negara harus hadir untuk memastikan sistem ekonomi berjalan adil dan berpihak kepada kesejahteraan rakyat,” ujar Ferry Joko Juliantono.
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 83 ribu koperasi telah berbadan hukum di seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, sekitar 30 ribu koperasi desa kini sedang dalam proses pembangunan di berbagai daerah.
Ferry menilai Torasera Abdussalam dapat berperan strategis sebagai pusat distribusi atau agregator kebutuhan pokok.
Nantinya, toko ini akan menyuplai kebutuhan bagi jaringan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Kubu Raya.
“Satu Torasera ini bisa menjangkau kurang lebih seratus Koperasi Desa Merah Putih,” ungkapnya pada Senin (9/2/2026).
Pusat distribusi seperti ini sangat dibutuhkan karena dikelola secara profesional, siap operasional, serta berbasis digital.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, turut mengapresiasi peresmian Torasera Abdussalam yang dinilai memperkuat ekonomi rakyat.
Ia berharap toko rakyat ini mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Nama Toko Rakyat ini bukan sekadar identitas, tetapi sebuah misi,” tegas Ria Norsan.
Torasera Abdussalam diharapkan menjadi ruang yang layak bagi produk UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar.
Kehadiran toko ini juga dinilai selaras dengan Visi Kalimantan Barat 2025–2030 dalam memperkuat potensi dan kearifan lokal.
Ria Norsan meyakini bahwa ekonomi yang kuat di tingkat desa merupakan fondasi utama bagi kemakmuran daerah.
Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menilai Torasera Abdussalam membawa energi baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Konsep toko ini sangat relevan karena mampu menampung hasil bumi, karya UMKM, hingga produk pondok pesantren.
“Ini konsep pemberdayaan rakyat. Hasil karya masyarakat bisa langsung ditampung di sini,” kata Sujiwo.
Torasera juga diproyeksikan menjadi mitra sekaligus off-taker bagi Koperasi Desa Merah Putih di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus berkomitmen memberikan ruang yang luas bagi para pelaku usaha kecil.
Salah satu langkah nyatanya adalah kebijakan moratorium atau penghentian sementara perizinan minimarket modern.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk keberpihakan penuh pemerintah daerah terhadap keberlangsungan UMKM.
“UMKM harus kita beri kesempatan hidup dan berkembang di daerahnya sendiri,” ujar Sujiwo pada Senin (9/2/2026).
Ia meyakini, jika ekonomi rakyat kuat, maka Kabupaten Kubu Raya akan tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.
Peresmian ini diharapkan menciptakan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, serta masyarakat luas.
Torasera kini menjadi ruang bersama untuk tumbuh dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di Sungai Ambawang.
- Penulis: Kom/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar