Jumat, 17 Apr 2026
Trending Tags
Beranda » Ola' Ola' Kubu » Pengecer Gas Sungai Rengas ‘Curhat’ ke Jiwo: Kalau Kami Diberantas, Warga Bakal Melalar!

Pengecer Gas Sungai Rengas ‘Curhat’ ke Jiwo: Kalau Kami Diberantas, Warga Bakal Melalar!

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KubuRayaToday.Com — Kebijakan tegas Bupati Kubu Raya, Sujiwo, yang melarang pangkalan menjual gas elpiji tiga kilogram kepada pengecer dan toko-toko mulai memicu reaksi dari para pelaku usaha kecil di lapangan. Seorang pengecer gas di kawasan Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, melayangkan curahan hati (curhat) terbuka melalui media sosial terkait dampak dari kebijakan tersebut.

Melalui unggahan akun Facebook Mia Aulia pada Kamis (22/1/2026), pengecer tersebut menyatakan bahwa keberadaan pengecer sangat membantu warga yang lokasi rumahnya jauh dari pangkalan resmi. Ia mengkhawatirkan jika pengecer diberantas, masyarakat justru akan semakin kesulitan mendapatkan pasokan gas melon.

“Saya selaku pengecer tak ada menentang ide atau saran Bapak, tuh tak dak boleh dikasih pengecer lagi. Tapi asalkan Bapak tahu Pak, kalau sempat pengecer ni tak ada Pak, warga lebih susah lagi Pak, kerana ndak semua warga dekat rumah pangkalan,” tulisnya dalam postingan yang ditujukan kepada Bupati Sujiwo.

Pengecer tersebut juga menyoroti keterbatasan stok di pangkalan yang seringkali tidak sebanding dengan jumlah warga di sekitar lokasi. Ia mengklaim bahwa di wilayah Sungai Rengas, ketersediaan gas di tempatnya jauh lebih konsisten dibandingkan pangkalan resmi.

Terkait masalah harga, ia mengakui menjual gas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni sebesar Rp25.000 per tabung. Namun, ia berdalih harga tersebut adalah harga pasaran karena ia juga harus mengeluarkan biaya transportasi atau jasa antar dari pangkalan ke tempat usahanya.

“Saya ngaku saya jual harga 25 (25 ribu per tabung). Tapi itu harga pasaran karena saya pun ngambil juga (ke pangkalan) dan kadang saya diantarkan juga. Cuman warga nih tak pernah komplain Pak, harga 25. Malahan kalau saya tak jualan gas ngecer nih Pak, saya pastikan warga Sungai Rengas nih melalar (kesulitan mencari gas),” tambahnya.

Unggahan tersebut sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen. Bukannya fokus pada pembelaan pengecer, kolom komentar justru dibanjiri oleh keluhan masyarakat terhadap perilaku oknum pemilik pangkalan yang dinilai sering bermain mata dengan oknum pengecer besar.

Netizen bernama Sam Aje mengomentari bahwa masalah utama terletak pada pangkalan yang tidak mengutamakan warga sekitar. “Banyak pangkalan yang tak mengutamakan warga yang beli, tetangga sorang (sendiri) saja kadang ta kebagian. Kenak pengecer, bise pula beli sampe 10 butik, kita ni 1 butik pon kadang tak dapat,” tulisnya dalam kolom komentar.

Senada dengan hal itu, akun Ramadhan Kantak PG turut menceritakan pengalaman pahitnya saat membeli gas di pangkalan dekat rumahnya. Ia mengaku sering ditolak dengan alasan stok kosong, namun di saat yang sama pangkalan tersebut justru melayani pembelian dalam jumlah banyak oleh pengecer.

“Depan gang saye ada pangkalan juga. Dekat, saya hanya beli 1 dibilang gak ada. Sekali pengecer datang bawak 10 tabung ada,” tulisnya dengan nada geram.

Fenomena ini menunjukkan adanya tantangan besar dalam distribusi gas subsidi di Kabupaten Kubu Raya. Di satu sisi, pengecer kecil merasa dibutuhkan oleh warga pelosok, namun di sisi lain masyarakat menduga adanya praktik “main belakang” antara pangkalan dan pengecer yang menyebabkan stok gas di jalur resmi seringkali raib.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Abu Alif
  • Sumber: Facebook

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketersediaan Lahan Makam Menipis, Wali Kota Pontianak: Tak Masalah Jika Harus Makamkan di Luar Kota

    Ketersediaan Lahan Makam Menipis, Wali Kota Pontianak: Tak Masalah Jika Harus Makamkan di Luar Kota

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com – Kota Pontianak mulai menghadapi tantangan serius terkait keterbatasan lahan pemakaman. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan tingginya kebutuhan, lahan-lahan makam berstatus wakaf yang ada saat ini kian penuh sesak. Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mulai mengambil langkah cepat untuk mengamankan cadangan lahan baru. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan bahwa pihaknya […]

  • Kisruh Musorkab KONI Kubu Raya Memanas! TPP Bongkar Alasan Zulkarnaen Tak Lolos: Dukungan Cabor Kedaluwarsa

    Kisruh Musorkab KONI Kubu Raya Memanas! TPP Bongkar Alasan Zulkarnaen Tak Lolos: Dukungan Cabor Kedaluwarsa

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com — Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Bakal Calon Ketua Umum KONI Kabupaten Kubu Raya menggelar konferensi pers guna memberikan klarifikasi atas kericuhan yang terjadi pada Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) V, 1 Februari 2026 lalu. Langkah ini diambil untuk meluruskan informasi liar yang beredar di masyarakat dan insan olahraga. Ketua TPP, Nunung Wijayanto, memaparkan kronologi […]

  • Meriah! Hampir 3 Ribu Warga Kubu Raya Ikuti Pawai Obor Jelang Ramadhan bersama Habib Toha Aljufri

    Meriah! Hampir 3 Ribu Warga Kubu Raya Ikuti Pawai Obor Jelang Ramadhan bersama Habib Toha Aljufri

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com — Ribuan masyarakat memadati ruas jalan utama di Kabupaten Kubu Raya untuk mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Jalan Arteri Supadio, Kecamatan Sungai Raya, pada Senin (16/2/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Kubu Raya […]

  • Kapolda Kalbar Irjen Pipit Rismanto Tegaskan Tolak PETI: Itu Keserakahan, Bukan Soal Perut!

    Kapolda Kalbar Irjen Pipit Rismanto Tegaskan Tolak PETI: Itu Keserakahan, Bukan Soal Perut!

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Tim Liputan
    • 0Komentar

    KubuRayaToday – Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, mengeluarkan pernyataan keras terkait aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau tambang ilegal di wilayahnya. Dalam konferensi pers akhir tahun 2025 di Mapolda Kalbar, Rabu (31/12/2025), ia menegaskan tidak akan memberi celah bagi perusak lingkungan tersebut. Pipit menyoroti alasan klasik “masalah ekonomi” atau “urusan perut” yang […]

  • Kemenag Kubu Raya Tekankan Profesionalisme Penghulu, Ekhsan: Jadikan Tugas Sebagai Bekal Amal Akhirat

    Kemenag Kubu Raya Tekankan Profesionalisme Penghulu, Ekhsan: Jadikan Tugas Sebagai Bekal Amal Akhirat

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com — Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Ke-II Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Kabupaten Kubu Raya pada Selasa (27/1/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Evergreen Kabupaten Kubu Raya ini menjadi forum strategis bagi para Kepala KUA dan Penghulu se-Kubu Raya. Muscab II ini mengusung tema besar “Penguatan […]

  • Gakkum Lintas Sungai Pawan: 600 Batang Kayu Ilegal Disergap Saat Merapat ke Industri

    Gakkum Lintas Sungai Pawan: 600 Batang Kayu Ilegal Disergap Saat Merapat ke Industri

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com — Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Kalimantan berhasil mematahkan upaya peredaran kayu ilegal skala besar di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Dalam operasi senyap yang digelar pada Sabtu (17/1/2026) dini hari pukul 01.00 WIB, tim mengamankan rakit raksasa berisi sekitar 600 batang kayu bulat jenis rimba campuran di perairan Sungai Pawan. Penindakan ini dilakukan […]

expand_less