Rabu, 3 Jun 2026
Trending Tags
Beranda » Ola' Ola' Kubu » Pengecer Gas Sungai Rengas ‘Curhat’ ke Jiwo: Kalau Kami Diberantas, Warga Bakal Melalar!

Pengecer Gas Sungai Rengas ‘Curhat’ ke Jiwo: Kalau Kami Diberantas, Warga Bakal Melalar!

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KubuRayaToday.Com — Kebijakan tegas Bupati Kubu Raya, Sujiwo, yang melarang pangkalan menjual gas elpiji tiga kilogram kepada pengecer dan toko-toko mulai memicu reaksi dari para pelaku usaha kecil di lapangan. Seorang pengecer gas di kawasan Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, melayangkan curahan hati (curhat) terbuka melalui media sosial terkait dampak dari kebijakan tersebut.

Melalui unggahan akun Facebook Mia Aulia pada Kamis (22/1/2026), pengecer tersebut menyatakan bahwa keberadaan pengecer sangat membantu warga yang lokasi rumahnya jauh dari pangkalan resmi. Ia mengkhawatirkan jika pengecer diberantas, masyarakat justru akan semakin kesulitan mendapatkan pasokan gas melon.

“Saya selaku pengecer tak ada menentang ide atau saran Bapak, tuh tak dak boleh dikasih pengecer lagi. Tapi asalkan Bapak tahu Pak, kalau sempat pengecer ni tak ada Pak, warga lebih susah lagi Pak, kerana ndak semua warga dekat rumah pangkalan,” tulisnya dalam postingan yang ditujukan kepada Bupati Sujiwo.

Pengecer tersebut juga menyoroti keterbatasan stok di pangkalan yang seringkali tidak sebanding dengan jumlah warga di sekitar lokasi. Ia mengklaim bahwa di wilayah Sungai Rengas, ketersediaan gas di tempatnya jauh lebih konsisten dibandingkan pangkalan resmi.

Terkait masalah harga, ia mengakui menjual gas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni sebesar Rp25.000 per tabung. Namun, ia berdalih harga tersebut adalah harga pasaran karena ia juga harus mengeluarkan biaya transportasi atau jasa antar dari pangkalan ke tempat usahanya.

“Saya ngaku saya jual harga 25 (25 ribu per tabung). Tapi itu harga pasaran karena saya pun ngambil juga (ke pangkalan) dan kadang saya diantarkan juga. Cuman warga nih tak pernah komplain Pak, harga 25. Malahan kalau saya tak jualan gas ngecer nih Pak, saya pastikan warga Sungai Rengas nih melalar (kesulitan mencari gas),” tambahnya.

Unggahan tersebut sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen. Bukannya fokus pada pembelaan pengecer, kolom komentar justru dibanjiri oleh keluhan masyarakat terhadap perilaku oknum pemilik pangkalan yang dinilai sering bermain mata dengan oknum pengecer besar.

Netizen bernama Sam Aje mengomentari bahwa masalah utama terletak pada pangkalan yang tidak mengutamakan warga sekitar. “Banyak pangkalan yang tak mengutamakan warga yang beli, tetangga sorang (sendiri) saja kadang ta kebagian. Kenak pengecer, bise pula beli sampe 10 butik, kita ni 1 butik pon kadang tak dapat,” tulisnya dalam kolom komentar.

Senada dengan hal itu, akun Ramadhan Kantak PG turut menceritakan pengalaman pahitnya saat membeli gas di pangkalan dekat rumahnya. Ia mengaku sering ditolak dengan alasan stok kosong, namun di saat yang sama pangkalan tersebut justru melayani pembelian dalam jumlah banyak oleh pengecer.

“Depan gang saye ada pangkalan juga. Dekat, saya hanya beli 1 dibilang gak ada. Sekali pengecer datang bawak 10 tabung ada,” tulisnya dengan nada geram.

Fenomena ini menunjukkan adanya tantangan besar dalam distribusi gas subsidi di Kabupaten Kubu Raya. Di satu sisi, pengecer kecil merasa dibutuhkan oleh warga pelosok, namun di sisi lain masyarakat menduga adanya praktik “main belakang” antara pangkalan dan pengecer yang menyebabkan stok gas di jalur resmi seringkali raib.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Abu Alif
  • Sumber: Facebook

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rotasi Besar-besaran di Pemkab, Sujiwo: Jabatan Itu Amanah, Bukan Soal Tempat ‘Kering’ atau ‘Basah’

    Rotasi Besar-besaran di Pemkab, Sujiwo: Jabatan Itu Amanah, Bukan Soal Tempat ‘Kering’ atau ‘Basah’

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Jeckmus
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa rotasi pejabat, baik berupa mutasi maupun promosi, bukan sekadar agenda seremonial belaka. Menurutnya, momentum tersebut merupakan komitmen moral dan profesional dalam menjalankan amanah yang disertai dengan sumpah jabatan. Pernyataan keras tersebut disampaikan Bupati Sujiwo saat mengukuhkan dan melantik pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II), pejabat administrator (eselon […]

  • Momentum Santunan RJMQ, Kakan Kemenag Kubu Raya Ingatkan Al-Qur’an Sebagai Pembela di Hari Akhir

    Momentum Santunan RJMQ, Kakan Kemenag Kubu Raya Ingatkan Al-Qur’an Sebagai Pembela di Hari Akhir

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya, Ekhsan, hadir memberikan ceramah dalam kegiatan Santunan Yatim Piatu Rasau Jaya Membuka Quran (RJMQ). Kegiatan religi tersebut diselenggarakan di Surau Babussalam, Kecamatan Rasau Jaya, pada Jumat (13/2/2026). Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menjadi sarana persiapan spiritual menyambut bulan suci Ramadan. Dalam […]

  • HGU dan HGB Nganggur Ditertibkan, Pemkab Kubu Raya Siapkan Lahan untuk Kantor OPD dan Stadion Nasional

    HGU dan HGB Nganggur Ditertibkan, Pemkab Kubu Raya Siapkan Lahan untuk Kantor OPD dan Stadion Nasional

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Komf/Tim
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan pentingnya merapikan dan menertibkan lahan berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) serta Hak Guna Usaha (HGU) di wilayahnya. Pernyataan tegas ini disampaikan dalam rapat pendataan ulang HGB dan HGU yang digelar pada Selasa (24/2/2026) di Ruang Rapat Bupati. Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kubu Raya, Yusran Anizam, mengungkapkan […]

  • Sisihkan Gaji Pribadi untuk Pol PP Honorer, Sujiwo Ingin Rutinkan Bantuan Sembako

    Sisihkan Gaji Pribadi untuk Pol PP Honorer, Sujiwo Ingin Rutinkan Bantuan Sembako

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com — Di tengah kondisi keterbatasan fiskal daerah yang melanda, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, tetap memberikan atensi khusus kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai institusi garda terdepan penegak peraturan daerah. Sujiwo mengungkapkan bahwa pada tahun ini, pihaknya telah memastikan alokasi anggaran untuk pengadaan seragam dan sarana pendukung lainnya bagi korps penegak perda tersebut. […]

  • Puncak Perayaan Natal DWP Kalbar: Dari Aksi Sosial Hingga Komitmen Perkuat Keluarga

    Puncak Perayaan Natal DWP Kalbar: Dari Aksi Sosial Hingga Komitmen Perkuat Keluarga

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Adpim
    • 0Komentar

    KubuRayaToday – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Barat menggelar perayaan Natal bersama tahun 2025 sebagai puncak dari berbagai rangkaian kegiatan sosial. Acara yang mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” ini dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa malam (30/12/2025). Ketua DWP Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, mengungkapkan bahwa perayaan […]

  • Sungai Sekayam Meluap, Entikong Dikepung Banjir Hingga 2 Meter: Petugas Rakit Perahu Darurat

    Sungai Sekayam Meluap, Entikong Dikepung Banjir Hingga 2 Meter: Petugas Rakit Perahu Darurat

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com – Wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, dilanda banjir besar pada Jumat (9/1/2026). Tingginya intensitas hujan sejak malam hari menyebabkan Sungai Sekayam meluap dan merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian air mencapai 2 meter di titik terparah. Kondisi ini diperburuk oleh kiriman air dari wilayah hulu, khususnya Desa Suruh Tembawang, yang memicu […]

expand_less