Jumat, 17 Apr 2026
Trending Tags
Beranda » Artikel » Pendidikan Karakter di Tengah Krisis Keteladanan

Pendidikan Karakter di Tengah Krisis Keteladanan

  • account_circle Bayu, M.Pd
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pendidikan karakter kembali menjadi wacana penting di tengah berbagai persoalan sosial yang kian mengemuka. Kasus perundungan di sekolah, kekerasan verbal di ruang publik, hingga perilaku tidak etis yang dipertontonkan oleh figur publik menunjukkan adanya krisis keteladanan yang serius. Sekolah, yang selama ini diharapkan menjadi benteng moral, tidak dapat berdiri sendiri ketika lingkungan sosial justru menyuguhkan contoh yang berlawanan dengan nilai-nilai yang diajarkan.

Ironisnya, pendidikan karakter sering kali direduksi sebatas mata pelajaran atau program seremonial. Nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan empati diajarkan secara normatif, tetapi minim keteladanan nyata. Padahal, karakter tidak dibentuk melalui ceramah panjang, melainkan melalui contoh konkret yang dilihat, dirasakan, dan dialami secara langsung oleh peserta didik dalam keseharian mereka.

Krisis keteladanan menjadi tantangan utama dalam upaya pembentukan karakter. Anak-anak dan remaja hidup di tengah banjir informasi yang memperlihatkan perilaku elit, tokoh publik, bahkan pendidik yang tidak selalu sejalan dengan nilai moral. Ketika kata dan perbuatan tidak selaras, pesan pendidikan karakter kehilangan makna dan wibawanya di mata generasi muda.

Dalam konteks ini, peran guru menjadi sangat strategis. Guru bukan hanya pengajar ilmu pengetahuan, tetapi juga figur yang ditiru. Ketika guru datang tepat waktu, bersikap adil, dan menghargai perbedaan, saat itulah pendidikan karakter berjalan secara alami. Sebaliknya, inkonsistensi sikap pendidik justru berpotensi melahirkan sikap sinis dan apatis pada peserta didik.

Namun, tanggung jawab pendidikan karakter tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak. Keteladanan orang tua dalam bersikap jujur, santun, dan bertanggung jawab menjadi fondasi yang menentukan. Tanpa dukungan keluarga, upaya sekolah akan berjalan timpang dan kurang berkelanjutan.

Di sisi lain, masyarakat dan negara juga memegang peran penting. Ketika ruang publik dipenuhi ujaran kebencian, kekerasan simbolik, dan praktik ketidakadilan, maka pesan pendidikan karakter di sekolah menjadi kontradiktif. Negara perlu memastikan bahwa kebijakan, penegakan hukum, dan praktik birokrasi mencerminkan nilai-nilai moral yang ingin ditanamkan kepada generasi muda.

Pendidikan karakter sejatinya bukan proyek jangka pendek. Ia membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan sinergi lintas sektor. Kurikulum yang baik harus diiringi budaya sekolah yang sehat, iklim keluarga yang mendukung, serta lingkungan sosial yang memberi contoh positif. Tanpa itu semua, pendidikan karakter hanya akan menjadi slogan tanpa ruh.

Di era digital, tantangan pendidikan karakter semakin kompleks. Media sosial sering kali menghadirkan figur instan yang populer tanpa keteladanan moral. Oleh karena itu, literasi digital dan penguatan nilai etika menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan karakter masa kini, agar peserta didik mampu memilah teladan yang patut ditiru.

Pendidikan karakter di tengah krisis keteladanan menuntut refleksi kolektif. Sudahkah kita, sebagai orang dewasa, layak menjadi contoh bagi generasi berikutnya? Pertanyaan ini penting diajukan agar pendidikan karakter tidak berhenti pada tuntutan kepada anak, tetapi juga menjadi cermin bagi para pendidik, orang tua, dan pemangku kebijakan.

Akhirnya, pendidikan karakter hanya akan berhasil jika keteladanan dihadirkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah, keluarga, dan negara harus berjalan seiring dalam menampilkan nilai-nilai yang sama antara ucapan dan tindakan. Tanpa keteladanan, pendidikan kehilangan jiwa; dan tanpa karakter, masa depan bangsa berada dalam ancaman yang nyata.

Penulis adalah Dosen Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS).

  • Penulis: Bayu, M.Pd
  • Editor: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Sujiwo Siap Jadi “Benteng” Kades Jujur tapi Tak Toleransi Penyimpangan

    Bupati Sujiwo Siap Jadi “Benteng” Kades Jujur tapi Tak Toleransi Penyimpangan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, memberikan pesan kuat sekaligus jaminan perlindungan bagi seluruh kepala desa (Kades) di wilayahnya. Hal itu disampaikannya saat bertindak sebagai inspektur Upacara Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di halaman Kantor Camat Sungai Kakap, Kamis (15/1/2026). Mengusung tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia”, Sujiwo menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan […]

  • Curigai Adanya Intervensi, BPM Kalbar Pertanyakan Kelanjutan Kasus Oli Palsu di Kubu Raya

    Curigai Adanya Intervensi, BPM Kalbar Pertanyakan Kelanjutan Kasus Oli Palsu di Kubu Raya

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com — Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat kembali menyuarakan desakan keras terkait penegakan hukum terhadap pelaku peredaran oli palsu di wilayah Kalimantan Barat. Organisasi ini mengkritik tajam apa yang mereka nilai sebagai lambannya penanganan kasus oleh pihak Polda Kalbar. BPM merasa perkembangan kasus ini belum memuaskan mata publik, terutama pasca aksi unjuk rasa yang […]

  • Luas Wilayah 78 Kali Lipat Pontianak, Wabup Sukiryanto Mau Tertibkan Perusahaan yang Minim Kontribusi

    Luas Wilayah 78 Kali Lipat Pontianak, Wabup Sukiryanto Mau Tertibkan Perusahaan yang Minim Kontribusi

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Komf/Tim
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com — Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengambil langkah tegas untuk menyisir kembali potensi pendapatan daerah demi mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur. Dalam safari Ramadan di Masjid Muhajirin, Desa Batu Ampar, Senin (23/2/2026), Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menyoroti ketimpangan antara jumlah usaha yang ada dengan kontribusi riil bagi daerah. Langkah evaluasi ini dinilai mendesak mengingat luas […]

  • Tuding Menyimpang, Ratusan Massa Desak Polda Kalbar Bubarkan Tarekat Al-Mu’min dan Adili Pimpinannya

    Tuding Menyimpang, Ratusan Massa Desak Polda Kalbar Bubarkan Tarekat Al-Mu’min dan Adili Pimpinannya

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Bersatu Kalimantan Barat bersama sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) mendatangi Mapolda Kalbar pada Jumat (9/1/2026). Kedatangan mereka membawa misi tunggal: mendesak pembubaran Tarekat Al-Mu’min dan proses hukum terhadap pimpinannya. Massa yang diperkirakan berjumlah 100 orang tersebut mulai bergerak dari Masjid Mujahidin dan tiba di Mapolda Kalbar […]

  • Atasi Kelangkaan Telur, Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi di Mandor Segera Dimulai

    Atasi Kelangkaan Telur, Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi di Mandor Segera Dimulai

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KubuRayaToday – Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) bersiap menjadi bagian dari lompatan besar dalam industri peternakan nasional. Gubernur Kalbar, Ria Norsan, secara resmi menyambut rencana groundbreaking hilirisasi industri ayam terintegrasi yang akan dipusatkan di Kawasan Industri Mandor (KIM), Kabupaten Landak, pada Januari 2026. Kepastian ini terungkap usai Gubernur menerima audiensi CEO Firmansyah Khatulistiwa Group, Hendra Firmansyah, […]

  • Tamu Luar Pulau yang Meresahkan: Pesta Sabu di Sungai Raya, Dua Pemuda asal NTB Diciduk

    Tamu Luar Pulau yang Meresahkan: Pesta Sabu di Sungai Raya, Dua Pemuda asal NTB Diciduk

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com – Kedatangan dua pemuda asal Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), ke Kalimantan Barat justru membawa keresahan bagi warga Kecamatan Sungai Raya. Alih-alih melakukan aktivitas positif, pemuda berinisial FN (24) dan SN (24) ini malah nekat menjadikan sebuah rumah di wilayah tersebut sebagai arena pesta narkotika jenis sabu. Aksi “tamu” yang tidak tahu diri […]

expand_less