Selasa, 28 Jul 2026
Trending Tags
Beranda » Nasional » Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra Diproyeksi Rp60 Triliun

Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra Diproyeksi Rp60 Triliun

  • account_circle Kubu Raya Today
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KubuRayaToday.com – Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra mencapai sekitar Rp60 triliun. Dana tersebut disiapkan di luar anggaran rutin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan akan difokuskan pada pemulihan infrastruktur serta sektor pertanian yang mengalami kerusakan signifikan.

Setelah rangkaian bencana besar melanda sejumlah daerah di Sumatra, pemerintah kini mengalihkan perhatian pada tahap pemulihan jangka menengah dan rekonstruksi. Tingkat kerusakan yang luas membuat kebutuhan anggaran pemulihan dinilai sangat besar dan membutuhkan penanganan lintas kementerian.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, anggaran pemulihan tersebut akan dikelola melalui Satuan Tugas (Satgas) Pascabencana, namun mekanisme penyalurannya tidak dilakukan langsung oleh BNPB.

“Anggaran Satgas pascabencana ini diperkirakan mencapai Rp60 triliun dan terpisah dari anggaran rutin BNPB,” ujar Prasetyo.

Ia menegaskan, pembentukan Satgas tidak disertai pemberian insentif tambahan bagi pejabat maupun aparatur negara yang terlibat. Dana rehabilitasi dan rekonstruksi akan disalurkan langsung melalui kementerian teknis sesuai bidang penanganan masing-masing.

Untuk sektor infrastruktur, pemerintah akan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum guna mempercepat perbaikan jalan, jembatan, serta akses transportasi yang rusak akibat bencana. Selain itu, fasilitas publik seperti sekolah dan rumah sakit juga menjadi prioritas utama dalam tahap rehabilitasi.

Di sektor pertanian, pemerintah memberi perhatian khusus terhadap dampak bencana yang dinilai cukup serius. Berdasarkan laporan awal, sekitar 64 ribu hektare sawah produktif terdampak, baik tertimbun material bencana maupun mengalami gagal panen.

Pemulihan sektor pertanian dipandang penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.

Dengan dukungan anggaran besar dan pendekatan lintas kementerian, pemerintah berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, serta berkelanjutan. (*/)

  • Penulis: Kubu Raya Today

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Berdokumen, 1,6 Ton Telur Hingga Kulit Sapi dan Burung Kicau Ditahan Karantina Kalimantan Barat

    Tak Berdokumen, 1,6 Ton Telur Hingga Kulit Sapi dan Burung Kicau Ditahan Karantina Kalimantan Barat

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com — Karantina Kalimantan Barat kembali menunjukkan ketegasannya dalam menjaga keamanan hayati dan pangan di pintu masuk Bumi Khatulistiwa. Tim pengawasan Pelabuhan Dwikora berhasil mengamankan ribuan kilogram komoditas hewan ilegal pada Kamis (19/2/2026). Operasi ini menjadi bukti nyata keseriusan petugas dalam mengawal setiap komoditas dari ancaman penyakit yang mungkin terbawa masuk. Saat melakukan pengawasan rutin […]

  • Tuding Menyimpang, Ratusan Massa Desak Polda Kalbar Bubarkan Tarekat Al-Mu’min dan Adili Pimpinannya

    Tuding Menyimpang, Ratusan Massa Desak Polda Kalbar Bubarkan Tarekat Al-Mu’min dan Adili Pimpinannya

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Bersatu Kalimantan Barat bersama sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) mendatangi Mapolda Kalbar pada Jumat (9/1/2026). Kedatangan mereka membawa misi tunggal: mendesak pembubaran Tarekat Al-Mu’min dan proses hukum terhadap pimpinannya. Massa yang diperkirakan berjumlah 100 orang tersebut mulai bergerak dari Masjid Mujahidin dan tiba di Mapolda Kalbar […]

  • Dulu Terkumuh, Kini Kawasan PKL Mayor Alianyang Jadi Etalase Cantik Kubu Raya

    Dulu Terkumuh, Kini Kawasan PKL Mayor Alianyang Jadi Etalase Cantik Kubu Raya

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KubuRayaToday – Kawasan Jalan Mayor Alianyang di Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, kini tampil dengan wajah baru. Wilayah yang dulunya dikenal sebagai salah satu titik terkumuh di Kabupaten Kubu Raya tersebut, kini telah tuntas ditata dan diresmikan oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo, dalam acara syukuran bersama para Pedagang Kaki Lima (PKL), Jumat (2/1/2026). Penataan ini […]

  • Penancapan Tiang Pertama Dimulai, Lapangan Garuda Rasau Jaya akan Disulap Jadi Sport Center Terpadu

    Penancapan Tiang Pertama Dimulai, Lapangan Garuda Rasau Jaya akan Disulap Jadi Sport Center Terpadu

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Pro/Tim
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, secara resmi melakukan penancapan tiang pertama pembangunan tribun Lapangan Sepak Bola Garuda di Kecamatan Rasau Jaya pada Kamis (29/1/2026). Momentum ini menjadi penanda dimulainya transformasi kawasan tersebut menjadi pusat olahraga terpadu yang modern bagi masyarakat sekitar. Dalam kegiatan tersebut, Sujiwo didampingi oleh jajaran pejabat penting, mulai dari Kepala Bappeda […]

  • Pendidikan Karakter di Tengah Krisis Keteladanan

    Pendidikan Karakter di Tengah Krisis Keteladanan

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Bayu, M.Pd
    • 0Komentar

    Pendidikan karakter kembali menjadi wacana penting di tengah berbagai persoalan sosial yang kian mengemuka. Kasus perundungan di sekolah, kekerasan verbal di ruang publik, hingga perilaku tidak etis yang dipertontonkan oleh figur publik menunjukkan adanya krisis keteladanan yang serius. Sekolah, yang selama ini diharapkan menjadi benteng moral, tidak dapat berdiri sendiri ketika lingkungan sosial justru menyuguhkan […]

  • Tanpa Sekat Agama, Gubernur Ria Norsan Sebut Ekonomi Syariah Kalbar Adalah Solusi Universal

    Tanpa Sekat Agama, Gubernur Ria Norsan Sebut Ekonomi Syariah Kalbar Adalah Solusi Universal

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KubuRayaToday – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa ekonomi syariah bukanlah sistem yang eksklusif bagi umat Islam saja. Dalam acara Coffee Morning yang digelar Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kalbar di Aula Bank Kalbar, Kamis (8/1/2026), ia menekankan bahwa manfaat ekonomi berbasis syariah bersifat universal dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat […]

expand_less