Benarkah Terlalu Banyak Makan Tempe Bikin Pria Mandul? Ini Penjelasan Medis dr. Tirta
- account_circle Keyvin
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- print Cetak

Benarkah Terlalu Banyak Makan Tempe Bikin Pria Mandul? Ini Penjelasan Medis dr. Tirta. (Foto: Dyah Ahsina Fahriyati dari Pixabay)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KubuRayaToday.Com – Isu mengenai konsumsi tempe dan tahu yang dapat memengaruhi kesuburan pria sering kali menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak yang khawatir bahwa kandungan dalam kedelai dapat menyebabkan pria menjadi mandul atau mengalami perubahan fisik tertentu.
Menanggapi hal tersebut, praktisi kesehatan dr. Tirta memberikan klarifikasi melalui kanal edukasinya. Menurutnya, ada poin penting yang perlu diluruskan antara fakta medis dan kekhawatiran yang berlebihan di masyarakat.
Peningkatan Hormon Estrogen Akibat Kedelai Berlebih
Dr. Tirta menjelaskan bahwa kedelai memang memiliki keterkaitan dengan hormon tertentu jika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak wajar. Konsumsi kedelai yang sangat banyak dapat memicu peningkatan hormon estrogen pada tubuh pria.
“Jadi konsumsi kedelai yang berlebihan itu memang akan memicu sebuah hormon yang akan menyebabkan munculnya hormon estrogen pada pria. Betul,” ujar dr. Tirta dalam unggahannya.
Namun, ia menekankan bahwa efek yang muncul sebenarnya bukan secara langsung menyebabkan kemandulan, melainkan kondisi medis yang disebut ginekomastia. Kondisi ini ditandai dengan perubahan fisik pada pria yang menyerupai karakteristik perempuan.
“Gejala utamanya tuh bukan mandul sebenarnya, peningkatan hormon estrogen jadinya kayak ginekomastia. Jadi cowoknya punya payudara, terus suaranya jadi halus gitu ya,” jelas dr. Tirta lebih lanjut.
Berapa Batas Aman Konsumsi Tempe Sehari?
Masyarakat tidak perlu merasa cemas untuk mengonsumsi tempe atau tahu sebagai lauk sehari-hari. Dr. Tirta memaparkan bahwa konsumsi dalam batas normal masih dikategorikan sangat aman dan tidak akan mengubah hormon pria secara drastis.
“Kalau kamu makan tempe, tahu, dalam batas normal kayak cuman delapan, dua belas, ya normal,” ungkapnya.
Efek samping medis biasanya baru menjadi ancaman jika seseorang mengonsumsi kedelai dalam jumlah yang sangat fantastis dan tidak masuk akal untuk porsi makan harian manusia pada umumnya.
“Ibaratnya gini, berlebihannya ya kayak 200 tempe per hari, 100… misalkan 15 kilo kedelai per hari. Nah, itu bisa jadi menimbulkan efek estrogen pada pria,” tegas dr. Tirta.
Kesimpulan: Pentingnya Keseimbangan Nutrisi
Hingga saat ini, ambang batas pasti konsumsi kedelai memang masih terus dipelajari dalam berbagai penelitian. Namun secara garis besar, tempe tetap menjadi sumber protein nabati yang sangat baik selama dikonsumsi secara wajar.
Kunci utama kesehatan adalah menjaga keseimbangan nutrisi harian. Selama konsumsi kedelai tidak mencapai belasan kilogram dalam sehari, manfaat kesehatan dari tempe jauh lebih besar daripada risiko yang selama ini dikhawatirkan.
- Penulis: Keyvin
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Kanal YouTube Tirta PengPengPeng

Saat ini belum ada komentar