Ekspor Perdana 2026: 8 Ton Gula Kelapa Kalbar Tembus Pasar Luar Negeri via PLBN Entikong
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- print Cetak

Tumpukan karung berisi gula kelapa yang hendak diekspor melalui pemeriksaan karantina Entikong. | Ekspor Perdana 2026: 8 Ton Gula Kelapa Kalbar Tembus Pasar Luar Negeri via PLBN Entikong. (Foto: Dok. Karantina Kalbar)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KubuRayaToday – Mengawali tahun 2026 dengan langkah pasti, Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Entikong sukses memfasilitasi ekspor perdana komoditas unggulan daerah. Sebanyak 8 ton gula kelapa dengan nilai ekonomi mencapai Rp83.790.000 resmi dilepas untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri pada minggu pertama Januari ini.
Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi geliat ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Tidak sekadar angka, capaian ini menegaskan peran vital Karantina dalam memastikan produk lokal Kalimantan Barat memiliki daya saing tinggi dan memenuhi standar kualitas internasional.
Seluruh produk gula kelapa yang diekspor telah melewati serangkaian tindakan karantina yang ketat. Mulai dari pemeriksaan fisik hingga sertifikasi kesehatan, proses ini dilakukan untuk menjamin komoditas tersebut aman dan sesuai dengan standar regulasi di negara tujuan.
Penanggungjawab Karantina Kalbar Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay, menyatakan bahwa realisasi ekspor di awal tahun ini merupakan bukti nyata kualitas produk UMKM atau komoditas lokal daerah yang mulai dilirik pasar global.
“Ekspor gula kelapa ini menunjukkan bahwa komoditas unggulan daerah memiliki daya saing yang baik di pasar internasional, sekaligus menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekspor di tahun 2026,” ujar Swiet Sinay, Selasa (6/1/2026).
Meningkatnya aktivitas ekspor di pintu perbatasan Entikong mencerminkan tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap sistem pengawasan dan layanan karantina. Guna mempertahankan tren positif ini, Karantina Kalimantan Barat berkomitmen untuk mempercepat proses layanan melalui digitalisasi dan standardisasi prosedur internasional.
Karantina Kalimantan Barat juga menegaskan kesiapannya untuk berada di garda terdepan dalam mendampingi para pelaku usaha lainnya di Kalimantan Barat yang ingin merambah pasar ekspor.
Diharapkan, ekspor gula kelapa ini menjadi pemantik semangat bagi pengusaha lokal lainnya untuk memanfaatkan jalur PLBN Entikong sebagai pintu gerbang utama perdagangan lintas negara demi kemajuan ekonomi nasional di tahun 2026.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Karantina Kalbar

Saat ini belum ada komentar