Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags
Beranda » Artikel » Pendidikan Karakter di Tengah Krisis Keteladanan

Pendidikan Karakter di Tengah Krisis Keteladanan

  • account_circle Bayu, M.Pd
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pendidikan karakter kembali menjadi wacana penting di tengah berbagai persoalan sosial yang kian mengemuka. Kasus perundungan di sekolah, kekerasan verbal di ruang publik, hingga perilaku tidak etis yang dipertontonkan oleh figur publik menunjukkan adanya krisis keteladanan yang serius. Sekolah, yang selama ini diharapkan menjadi benteng moral, tidak dapat berdiri sendiri ketika lingkungan sosial justru menyuguhkan contoh yang berlawanan dengan nilai-nilai yang diajarkan.

Ironisnya, pendidikan karakter sering kali direduksi sebatas mata pelajaran atau program seremonial. Nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan empati diajarkan secara normatif, tetapi minim keteladanan nyata. Padahal, karakter tidak dibentuk melalui ceramah panjang, melainkan melalui contoh konkret yang dilihat, dirasakan, dan dialami secara langsung oleh peserta didik dalam keseharian mereka.

Krisis keteladanan menjadi tantangan utama dalam upaya pembentukan karakter. Anak-anak dan remaja hidup di tengah banjir informasi yang memperlihatkan perilaku elit, tokoh publik, bahkan pendidik yang tidak selalu sejalan dengan nilai moral. Ketika kata dan perbuatan tidak selaras, pesan pendidikan karakter kehilangan makna dan wibawanya di mata generasi muda.

Dalam konteks ini, peran guru menjadi sangat strategis. Guru bukan hanya pengajar ilmu pengetahuan, tetapi juga figur yang ditiru. Ketika guru datang tepat waktu, bersikap adil, dan menghargai perbedaan, saat itulah pendidikan karakter berjalan secara alami. Sebaliknya, inkonsistensi sikap pendidik justru berpotensi melahirkan sikap sinis dan apatis pada peserta didik.

Namun, tanggung jawab pendidikan karakter tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak. Keteladanan orang tua dalam bersikap jujur, santun, dan bertanggung jawab menjadi fondasi yang menentukan. Tanpa dukungan keluarga, upaya sekolah akan berjalan timpang dan kurang berkelanjutan.

Di sisi lain, masyarakat dan negara juga memegang peran penting. Ketika ruang publik dipenuhi ujaran kebencian, kekerasan simbolik, dan praktik ketidakadilan, maka pesan pendidikan karakter di sekolah menjadi kontradiktif. Negara perlu memastikan bahwa kebijakan, penegakan hukum, dan praktik birokrasi mencerminkan nilai-nilai moral yang ingin ditanamkan kepada generasi muda.

Pendidikan karakter sejatinya bukan proyek jangka pendek. Ia membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan sinergi lintas sektor. Kurikulum yang baik harus diiringi budaya sekolah yang sehat, iklim keluarga yang mendukung, serta lingkungan sosial yang memberi contoh positif. Tanpa itu semua, pendidikan karakter hanya akan menjadi slogan tanpa ruh.

Di era digital, tantangan pendidikan karakter semakin kompleks. Media sosial sering kali menghadirkan figur instan yang populer tanpa keteladanan moral. Oleh karena itu, literasi digital dan penguatan nilai etika menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan karakter masa kini, agar peserta didik mampu memilah teladan yang patut ditiru.

Pendidikan karakter di tengah krisis keteladanan menuntut refleksi kolektif. Sudahkah kita, sebagai orang dewasa, layak menjadi contoh bagi generasi berikutnya? Pertanyaan ini penting diajukan agar pendidikan karakter tidak berhenti pada tuntutan kepada anak, tetapi juga menjadi cermin bagi para pendidik, orang tua, dan pemangku kebijakan.

Akhirnya, pendidikan karakter hanya akan berhasil jika keteladanan dihadirkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah, keluarga, dan negara harus berjalan seiring dalam menampilkan nilai-nilai yang sama antara ucapan dan tindakan. Tanpa keteladanan, pendidikan kehilangan jiwa; dan tanpa karakter, masa depan bangsa berada dalam ancaman yang nyata.

Penulis adalah Dosen Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS).

  • Penulis: Bayu, M.Pd
  • Editor: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesona “Bidadari Voli” di Proliga 2026: Yolla Yuliana dan Arimbi Syifana Resmi Perkuat JLM

    Pesona “Bidadari Voli” di Proliga 2026: Yolla Yuliana dan Arimbi Syifana Resmi Perkuat JLM

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KubuRayaToday – Persaingan kasta tertinggi voli putri Indonesia, Proliga 2026, dipastikan bakal semakin menyedot perhatian. Pasalnya, tim Jakarta Livin’ by Mandiri (JLM) resmi memperkenalkan skuad mereka yang diperkuat oleh deretan pemain bintang, termasuk dua sosok yang kerap dijuluki “bidadari voli”, Yolla Yuliana dan Arimbi Syifana. Peluncuran skuad JLM yang berlangsung di Jakarta, Senin (5/1/2026), menegaskan […]

  • Atlet Polri Mengharumkan Indonesia di SEA Games 2025, Kapolri Beri Reward

    Atlet Polri Mengharumkan Indonesia di SEA Games 2025, Kapolri Beri Reward

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Kubu Raya Today
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.com – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi kepada atlet-atlet Polri yang berhasil mengharumkan nama Indonesia pada ajang SEA Games 2025. Sebanyak 38 personel Polri tercatat meraih medali dari berbagai cabang olahraga. Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara Malam Apresiasi Sang Juara Polri untuk Indonesia yang digelar di The Tribrata, Jakarta Selatan, […]

  • Gelontorkan Rp25,3 Miliar ke Teluk Pakedai, Wabup Sukiryanto Pastikan 58 Titik Pembangunan Terealisasi Tahun Ini

    Gelontorkan Rp25,3 Miliar ke Teluk Pakedai, Wabup Sukiryanto Pastikan 58 Titik Pembangunan Terealisasi Tahun Ini

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Pro/Tim
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com — Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus berkomitmen memperkuat daya saing wilayah melalui pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi kerakyatan. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Aula Kantor Camat Teluk Pakedai pada Kamis (29/1/2026). Wakil Bupati Sukiryanto menyampaikan bahwa Musrenbang di Teluk Pakedai merupakan rangkaian keenam […]

  • Batik dan Gatotkaca Warnai Pembukaan M7 World Championship 2026

    Batik dan Gatotkaca Warnai Pembukaan M7 World Championship 2026

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Kubu Raya Today
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.com – Nuansa batik, tokoh Gatotkaca, hingga pertunjukan seni tradisi mewarnai pembukaan M7 World Championship 2026, kejuaraan dunia Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), yang digelar di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta. Ajang esports berskala global ini dimanfaatkan Indonesia untuk menampilkan identitas budaya nasional di hadapan komunitas gim internasional. Kejuaraan dunia MLBB tersebut resmi […]

  • Pangkalan Nakal Siap-Siap Izin Dicabut! Bupati Sujiwo Patok Harga Gas Melon Wajib Rp18.500

    Pangkalan Nakal Siap-Siap Izin Dicabut! Bupati Sujiwo Patok Harga Gas Melon Wajib Rp18.500

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Pro/Tim
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.Com — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, memberikan peringatan keras dan tidak akan menoleransi pangkalan elpiji bersubsidi yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan sebesar Rp18.500. Sanksi tegas berupa pencabutan izin usaha akan diberlakukan bagi pangkalan yang terbukti melanggar aturan main tersebut. Menurut Sujiwo, praktik penjualan di atas harga resmi memiliki dampak […]

  • Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar di Kawasan Hutan Nasional

    Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar di Kawasan Hutan Nasional

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Kubu Raya Today
    • 0Komentar

    KubuRayaToday.com – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan di kawasan hutan nasional. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Keputusan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa […]

expand_less