Didukung PLBN hingga Pelabuhan Kijing, Kalbar Dinilai Siap Menjadi Pusat Pangan Halal Asia
- account_circle Anisa
- calendar_month 23 jam yang lalu
- print Cetak

Didukung PLBN hingga Pelabuhan Kijing, Kalbar Dinilai Siap Menjadi Pusat Pangan Halal Asia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kuburayatoday.com – Kalimantan Barat dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat pangan halal di kawasan Asia. Potensi tersebut didukung oleh ketersediaan sumber daya alam yang melimpah serta infrastruktur strategis yang semakin memperkuat konektivitas daerah dengan pasar nasional maupun internasional.
Pandangan tersebut disampaikan oleh praktisi ekonomi syariah Kalimantan Barat, Awaluddin Razab, dalam Halal Industry Webinar yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Pontianak dengan tema “Halal Industry dan Masa Depan Ekonomi Global: Strategi Kalimantan Barat Menjadi Halal Food Basket.”
Dalam pemaparannya, Awaluddin menilai Kalimantan Barat memiliki berbagai keunggulan yang dapat menjadi fondasi dalam pengembangan industri pangan halal berorientasi ekspor.
Menurut Awaluddin, Kalimantan Barat memiliki kombinasi keunggulan yang jarang dimiliki daerah lain. Selain didukung sumber daya alam yang melimpah, provinsi ini juga memiliki akses perdagangan lintas negara yang strategis melalui sejumlah Pos Lintas Batas Negara (PLBN), keberadaan bandara internasional, serta Pelabuhan Internasional Kijing yang dapat memperkuat distribusi produk halal ke pasar regional dan global.
“Jika potensi perkebunan, perikanan, dan sektor pangan lainnya dapat diintegrasikan dengan baik dalam ekosistem industri halal, Kalimantan Barat memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemasok pangan halal yang diperhitungkan di kawasan Asia,” ujarnya.
Selain membahas peluang, webinar juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem industri halal yang berkelanjutan. Penguatan sertifikasi halal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi produk, serta pemanfaatan teknologi menjadi beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan untuk mempercepat pengembangan sektor tersebut.
Kegiatan webinar dibuka oleh Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Aiyub Anshori. Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ruang pembelajaran yang mampu menghubungkan teori dengan realitas perkembangan industri.
“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari para pakar yang memiliki pengalaman dan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi syariah. Wawasan yang diperoleh diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa dalam melihat berbagai peluang dan tantangan industri halal di masa depan,” katanya.
Aiyub menjelaskan bahwa webinar tersebut merupakan bagian dari implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang diterapkan di Program Studi Manajemen Bisnis Syariah. Pendekatan ini menekankan pencapaian kompetensi lulusan melalui pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep ekonomi syariah dan industri halal, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai potensi strategis Kalimantan Barat dalam peta ekonomi halal global. Diskusi yang berlangsung turut mendorong munculnya berbagai gagasan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan potensi daerah sebagai salah satu pusat produksi pangan halal di kawasan Asia.
Sebagai agenda akademik rutin, Halal Industry Webinar menjadi salah satu upaya Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Pontianak dalam memperkuat literasi industri halal sekaligus membangun kesadaran generasi muda terhadap peluang ekonomi syariah yang terus berkembang di tingkat global.
- Penulis: Anisa
- Editor: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar